Hotline: 031-72086999, 081234 49 7777, 081 5520 5033 | E-Mail:

NISSAN SKYLINE GT-R V-SPEC 2002 TACTICLE CONCEPT

14 Juli 2010

NISSAN SKYLINE GT-R V-SPEC 2002 TACTICLE CONCEPT

 

Apa jadinya kalau supercar legendaris macam GT-R R34 jadi ‘mainan’ seorang pelajar SMP? Hmm..., pasti akan jadinya seperti yang ada di halaman ini. Yup, Kyle de Silva yang putra expatriat asal Srilanka, berusaha sepakat dengan tampilan racing di tunggangannya ini. Maka eksekusinya pun berlangsung simpel, dengan penyematan beragam perangkat yang sifatnya taktis. Coba saja longok paduan body kit-nya! Yang menarik, untuk memperkuat karakter, Kyle berusaha memadukan 2 buah desain yang berbeda. Masing-masing di bumper depan memakai lansiran Nismo, sedangkan untuk belakang dan samping diperkuat dengan model dari Do-Luck. “Semua itu disesuaikan sama penampilannya. Kalau yang depan cocok sama modelnya Nismo, dan buat samping dan belakang lebih cocok dengan buatan Do-Luck,” ujar Kyle yang belum terlalu fasih berbahasa Indonesia ini. Kenapa begitu? Ya, jika melihat bagian depan GT-R yang panjang dengan desain lampu utama yang kecil, pilihan body kit Nismo sangat sejalan. Sebab desainnya sendiri enggak banyak tersedia air dam, yang memungkinkan kesan apron tersimak rapat dan meruncing. Dan ini sangat berbeda dengan body kit lansiran tuner lain, yang lebih mengarah ke opsi N1, atau versi sirkuit, yang mendasarkan semua bentuknya pada pilihan air dam yang menganga. Namun sedikit berbeda dengan bagian buritan. Do-Luck yang produsen body kit asal Inggris, mengkonsepkan buritan yang tersimat lebih gahar, dengan pengimbuhan diffuser ciamik, dengan dasaran pola yang enggak keluar banyak dari pakem streamline GT-R. “Do-Luck more interesting for the rear, with reinforced plastics yang kuat,” bilang Kyle lagi. Sehingga lebih cocok dengan wing yang tersemat duluan diburitan. Lantas untuk lingkar velgnya, pilihannya jatuh ke AVS. Alasannya, velg ini memiliki spesifikasi sebagai lightweight wheels. Atau diartikan sebagai velg berbobot ringan, yang dikonsepkan untuk dipakai pada permintaan dari sektor balap, yang mengharuskan berurusan dengan bobot yang ringan dan kuat. Velg ini biasanya diproduksi dengan cara ditempa. Sehingga komponen kaki-kaki dapat bekerja dengan lebih mudah untuk mengontrol pengendalian, termasuk kemudahan akselerasi dan deselerasi. Hmm.., you got it Dude!

 

Sumber : Rudy