Hotline: 031-72086999, 081234 49 7777, 081 5520 5033 , 0821 89 835555 | E-Mail:

HONDA JAZZ S & RS 2008 DUA SQ PLUS SATU SPL

21 Mei 2010

HONDA JAZZ S & RS 2008 DUA SQ PLUS SATU SPL

 

Tiga pemilik Jazz yang disatukan dalam naungan klub Genji ini telah membenahi mobilnya masing-masing dengan penambahan perangkat audio. Walau ketiga teman satu klub, buat urusan racikan setting suara punya menu berbeda. Utamanya paling terlihat pada penataan boks yang juga berbeda. Iman yang diwakili Harry, staff kerjanya, ketika pemotretan andalkan boks di sisi samping bagasi, Fendra Hartanto manfaatkan tempat ban serep untuk taruh boks dan Handy Setiawan menaruh boks kanan kiri di bagasinya. Kita mulai saja kuliti boks sub besutan Iman yang dibuat dengan sistem transmission line untuk SQ yang mengandalkan lubang port dengan permukaan persegi panjang. Sistem ini dilakukan Iman untuk mendapatkan bass yang bisa mencapai 40 Hz. Sangat rendah! Sedangkan penempatan subnya berada di sebalah kiri dengan volume 3 kubik kaki. Hal ini dilakukan berdasarkan spesifikasi sub Crescendo 10 inci. Berikutnya beralih ke besutan Fendra yang membuat boks sealed dengan sistem yang inovatif. Ruang pada ban serep, tepatnya di tengah velg dibuatkan boks sealed 1 kubik kaki, dengan 15 lapisan fiberglass setebal 2 cm agar boks rigid. Bagian atasnya diberi penutup kayu yang dilubangi sebanyak 15 buah dengan diamater 5 cm. Walaupun ditutup peranan sub tak terlalu terganggu lantaran adanya lubang yang bisa dilewati suara bass. Karakter suara rendah secara mendasar tak terlalu berpengaruh walau suaranya mesti melewati celah. Sedangkan tunggangan Handy diset mobilnya dengan karakter yang berbeda dari dua temannya di atas. Aliran SPL yang dipilihnya membuat, ia rela menempatkan dua sub boks sistem ported dengan ukuran lubang berdaimeter 8 inci pada kanan kiri bagasi. Untuk hal ini mesti ditebus dengan hilangnya ban serep. “Tak masalah karena memang sengaja buat diikutkan kontes SPL,” tutur Handy. Dan berkat pengorbanannya, gelegar suara sebesar 148 dB, walau dengan kosmetik full diraihnya. “Masih jarang yang bikin ported bisa tembus 148 dB,” tukas pria yang berkantor di Glodok, Jakarta Barat. Dari ketiga penempatan boks ini kita dapat melihat sistem yang diterapkan difungsikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemilik. Khusus mobil Iman, dapat dilihat untuk dapat bass rendah dengan sistem boks transmission line, fungsi bagasi dan ban serep masih bisa difungsikan. Sedangkan pada mobil Fendra, fungsi bagasi dan ban serep sama sekali tak terganggu. Terakhir pada mobil Handy, fungsi bagasi dan ban serep jelas terganggu, namun sistem SPL yang diperolehnya benar-benar memukau.

 

Sumber : Rahmat